Saturday, 2 November 2013

First Impression: Samurai Flamenco

Hai semua, kerja full time itu capek sekali ya. Tujuh bulan lalu saya juga kerja full time plus ngajar private kok masih sempat nonton anime dan tv series, sekarang buka laptop setelah pulang kerja aja rasanya berat sekali, seharian ngolah data rasanya pingin muntah (`A´)

Kok dulu saya kuat sekali ya (゜▽゜;)

...iya sih kerjaan saya dulu cuman stand-by sih (bisa disambi nonton malah) dan ngajar bocah-bocah smp :v

Anyway, kemaren malam saya di-WA temen:

"ding"
"I think you should watch samurai flamenco if you have time"

Karena saya kecapekan setelah menjelajah bagian gelap dunia maya, saya tidur dan gak nyadar ada WA, teman saya ini GAK PERNAH ngasih rekomendasi anime yang lagi on-going. Serius, 4 tahun kami berteman. Apalagi anime yang dari chart musim gugur 2013 aja sudah kelihatan bling-bling dan berbau bromance *uhuk*, saya trauma Free! saudara-saudara, yang berbau seperti itu saya hindari dululah. Hal itu begitu jarang terjadi sehingga otak saya langsung menetapkan "YOU HAVE TO WATCH SAMURAI FLAMENCO TODAY!"

Saya tanya tumben kok ngasih rekomendasi.

Dia jawab, "hmm? naah, cuma gegara pas nonton jadi ingat kamu :*"

Pardon me while I shout "I MISS YOU TOO". Mide, tolonglah dia gak bilang gitu *tendang*. Teman saya lalu menambahkan, "bukan, pak polisi sama si cewek yang punya fetish seragam"

LAWL *tepat sasaran* 

Not that I like police here, what with their tendency to...well you know. It's just so easy to bribe cops and it seems Indonesian love to bribe them :|

STILL, I like men in uniform *w*

Sedikit yang saya tahu tentang Samurai Flamenco dari blog ini: cowok yang terobsesi dengan tokosatsu. Saat baca itu Samurai Flamenco langsung tercoret dari daftar apa yang akan saya tonton musim gugur ini. Cukuplah Gaim tokosatsu musim ini.

But, let's talk about the police first:

yes, there is this cop:


ternyata tidak se-bling-bling yang saya kira, that guy is plainly simple. I like him enough though. But here is the star, the naive guy who wants to make the world a better place:


Masayama Hasayoshi or something like that, I call him "blondie", dia tipe klise cowok blonde, naive! Tapi dia punya argumen bagus atas apa yang dia lakukan. Dia tidak bisa jadi pahlawan karena dia tidak punya kemampuan bertarung melawan penjahat beneran, tapi dia ingin jadi pahlawan dengan mengingatkan orang-orang bahwa, tindakan tidak baik sekecil apapun sebaiknya ada orang yang mengingatkan. Kemaren saya baca artikel "Japan: no safe country for foreign women", lalu saya baca Densha Otoko. Kelihatan sekali jika orang Jepang tidak mau ambil ribut.

Nah, si blondie ini ingin merubah hal itu:


bicara tentang nila setitik rusak susu sebelanga, ya? dan yah, tidak semua polisi buruk, no?


Blondie dengan berani memperingatkan orang yang mabuk dan ngrokok sembarang dengan topeng pahlawan. Beranikah kita menegur orang seperti itu? Seringnya klo ada orang ngrokok sembarangan, kita diam saja, lalu koar-koar di social media. Beraninya di belakang ya :))

Saya sendiri, mengingat bapak saya adalah perokok berat, hanya menutup hidung dan pura-pura batuk saja jika seangkot dengan perokok gak tahu adat. Klo tetep gak matiin rokok....ya itu derita saya orz. Yang berani saya tegur hanyalah bapak saya sendiri dan orang yang saya kenal baik. 

Seperti kata Gotou (si polisi itu), memarahi orang seperti itu cuman nyari perkara saja. Dan orang-orang lebih suka untuk tidak terlibat masalah.

Tapi Blondie gak mau kayak gitu, selebay dan gobloknya dia ngelawan anak-anak SMP nakal (yang memenuhi jalan dan tidak pulang sampai larut malam), "nasehat" yang dia berikan ke anak-anak itu luar biaaaaasa! Kelian harus nonton. It's painful to see blondie get beaten for his idiocy, tapi...tapi....baru kali ini saya simpati dengan blonde goblok damsel in distress kaya raya. Pribadi blondie sudah terlalu menarik di otak saya. Plus, blondie is freaking cute *w*

First impression 80/100

No comments:

Post a Comment