Tuesday, 25 February 2014

The Fifth Estate #2



Tidak banyak yang saya ketahui tentang orang-orang yang sering dielu-elukan oleh media massa, Jokowi-Basuki, Dahlan, Pussy Cat, Julian Assange atau Bradley Manning. Kalian tentu juga bakal bingung dengan apa hubungannya tiga nama terakhir dengan dua nama awal yang sebutkan. 

Ketika rumor beredar bahwa Timun Inggris akan membintangi sebuah film dan memerankan Julian Assange sebagai tokoh, saya heboh. Tahun lalu saya selalu heboh dengan Timun Inggris, wajar. Namun, saya masih tidak tertarik untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan Julian Assange dan Wikileaks. Sampai akhirnya saya berkesempatan menonton filmnya sendiri.

The Fifth Estate adalah kisah perjalanan Julian Assange (Benedict Cumberbatch) dan Daniel Berg (Daniel Bruhl) membuat sebuah tempat agar para whistle blower dapat memberikan informasi demi kemaslahatan orang banyak tanpa takut akan keselamatan diri mereka. Dari ide Julian Assange tersebut, dibantu oleh Daniel Berg, dibuatlah Wikileaks. Situs tersebut berhasil membongkar kebusukan beberapa perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah yang korup. 


Lalu munculah masalah yang membuat Daniel dan Julian pecah kongsi.

Jika the fourth estate, media massa, mengedit, membubuhi, menutup-nutupi berita, tergantung apa agenda mereka, maka the fourth estate adalah free information tanpa edit. Assange menginginkan sumber informasi dibeberkan kepada khalayak umum apa adanya, sementara Daniel menginginkan agar orang-orang yang berada dalam informasi yang dibeberkan kepada masyarakat tersebut terlindungi.


Salah satu informasi yang dibeberkan wikileaks adalah cablegate. Ratusan "surat" dari diplomat US disetiap negara bisa Anda baca. Dan saya pusing sendiri bacanya karena tidak ada yang ngerangkum. Murni informasi mentah. Itulah wikileaks setelah ditinggalkan oleh Daniel Berg. Cablegates katanya sih, adalah salah satu pemicu Arab Spring.

Bagaimana dengan Iraq Logs dan Afgan Logs yang dibocorkan oleh Bradley Maning, mantan tentara Amerika Serikat, yang saat itu tidak stabil kejiwaannya karena bingung akan sexualitasnya? 

Tontonlah film ini jika kalian ingin tau tentang wikileaks. Memang ini sangat mendramatisasi dan lebih ringan daripada yang sebenarnya, bahkan Julian Assange sendiri sempat menulis surat secara pribadi kepada Benedict Cumberbatch agar tidak berpartisipasi dalam film ini, tapi Ben menolak. Secara pribadi, sulit untuk memahami film ini, plotnya lambat dan kurangnya penjiwaan membuat saya malas untuk mengerti. Namun, setidaknya karena dipancing oleh film ini, saya mencari-cari informasi tentang cablegate sampe dengan Bradley Maning ;)

Oh dan saya lupa, tentu saja film ini masuk radar karena ada Benedict Cumberbatch. Apalagi saya suka rambut putih, walaupun dia ngomong seperti orang kena sariawan parah di film ini. 

at least he looked clean and neat

2 comments:

  1. aku yo bosen nontone, lek gak gara-gara timun inggris mwales nontone hahahahhaa

    ReplyDelete