Thursday, 25 April 2013

Oblivion (2013)


"A veteran assigned to extract Earth's remaining resources begins to question what he knows about his mission and himself."

Starring Tom Cruise. Mungkin hanya karena itu saja alasan saya ingin nonton. Shallow? Rasanya. Sejak lihat Ghost Protocol bersama Sese dan Inyox di Bintaro, saya sadar Tom Cruise ini ganteng dan suaranya sudah seperti seiyuu tokoh-tokoh cowok super kece. Saya sudah gatel mau nonton sejak minggu lalu tapi gak ada waktu dan saya gak mau nonton di bioskop sendiri. Nah mumpung kerjaan lagi sepi, kemaren saya ngajak sepupu saya dari Nabi Adam, Yayan (saudara kok, tapi saya gak tau kita terhubung dimana di pohon keluarga?). Saya beruntung, semua teman cewek saya klo saya ajak nonton selalu mau, saya mau ngajak cowok tapi nanti dikiranya enggak-enggak. Yayan setuju hanya dengan sms, "action, mystery, adventure, Tom Cruise." Ahaha.wav

Melihat poster filmnya saya sudah wah. Apalagi anime dan fiction yang saya baca sekarang banyak dari genre sci-fi. Pokoknya saya harus nonton. 

"60 years ago, Earth was attacked. We won the war, but they destroyed half the planet. Everyone's been evacuated. Nothing human remains. We're here for drone repair. We're the "mop-up crew".

Woh, Suisei no Gargantia? Power Ranger Galaxy? 

SALAH!!

Ini LOVE STORY. Period. Saya sampe mau nangis, karena sebegitu cliche-nya cinta segitiga, tetaplah saya mau tidak mau akhirnya bersimpati. Yah, ini karena saya cengeng aja sih :/

Aawalnya memang boring tapi twist-nya itu yang membuat saya bangun, romance-nya juga dihitung. Belum lagi scene filmnya itu bagus. Keren klo masalah itu. Bahkan ada lembah-lembah yang ada di LOTR dan Naruto tapi terbentuk dari gedung-gedung yang hancur karena bencana ketika bulan dihancurin.

Yayan gak begitu suka sih, dia lebih suka dengan Olympus Has Fallen yang selama nonton dia teriak-teriak dan bilang "gak suka suka" berkali-kali, sementara untuk film ini dia menguap berkali-kali. Klo menurutku sendiri sih ini gak buruk, pace lambat iya, tapi...CAUSE I FEEL~ feelingnya itu loh dapet. Walau ada plot hole besar di akhir film, walau rada-rada mirip Independence Day-nya Will Smith,  tapi gak apalah, setidaknya saya tidak merasa rugi pergi ke Malang dan ngeluarin uang. Worth it kok ;)


Wednesday, 24 April 2013

Wishful Wednesday [3]

Laptop saya masih belum sembuh yay~ dalam hati berharap #TimApril bakal kesampaian dan kurang 6 hari lagi sebelum Mei (sorry, yang ini inside joke). Anyway, untuk Wishful Wednesday yang ketiga saya memasukkan:


Ini buku kedua dari Trilogy Demon's Lexicon, yang pertama udah diterbitin di Indonesia dan saya beli (obligatory,   sampe sekarang belum saya baca malah karena saya baca yang versi English-nya). Saya sih berharap lanjutannya bakal akan diterbitin lagi oleh UFUK, tapi mengingat The Demon's Lexicon itu diterbitin tahun 2010 dan sekarang tahun 2013, saya hilang harapan.

Sebenarnya juga saya sudah baca novel yang kedua ini, wong saya punya buku yang ketiga kok, terbitan McElderly Book, hardcover lagi (sombong, maklum itu buku termahal yang pernah saya beli). Dari trilogy ini, buku ini cuman saya baca sekali, beda dengan The Demon's Lexicon yang saya baca berulang-ulang karena saya suka Alan *flails*. Cuman baca sekali karena apa? POV buku ini Mae, kurang snarky dari Nick yang selalu bikin senyam-senyum sendiri, tapi jujur plot buku ini jauh lebih bikin saya nangis mewek daripada buku ketiga. Intinya saya pingin beli ini untuk melengkapi Trilogy Demon's Lexicon saya ;)

Sarah Rees Brennan itu salah satu author yang saya suka, walau gak semua tulisannya saya suka. Dia juga cenderung menulis YA sementara saya suka yang sudah mateng-mateng. Tapi namanya umur ya, kadang saya juga suka buku YA, kadang, maklum masih muda :Y

Saya benar-benar berharap UFUK mau nerbitin novel ini biar saya gak keluar uang terlalu banyak, lol. Novel terbitan Indonesia sesuai banget dengan ekonomi rakyat ;)

Tuesday, 23 April 2013

Postcrossing




Keinginan ikut kirim-kiriman kartu pos berawal dari pertemuan perdana dengan teman dari LJ yang ternyata kuliah dan tinggal di Malang, DUNIA MEMANG SEMPIT sebut saja Ayu. Kami diperkenalkan oleh orang di fandom Harry Potter yang tinggal di US dan setelah kenal cukup lama, Ayu ngajak saya main ke rumahnya. Nah, sebenernya tradisi ngirim kartu pos sering aku lihat di LJ, saya saja yang gak pingin ikutan sedekat apapun dengan temen di LJ. Klo tuker-tukeran kartu pos otomatis pengirim harus tau alamat kita kan? Nah itu yang saya takutkan. Toh kirim-kiriman kartu pos hobby jadul, ya kan? Udah ada email, jaman sekarang buat apa kirim surat? Tapi setelah lihat betapa senangnya Ayu nerima kartu posnya (dan tidak terjadi hal yang berbahaya), saya jadi tertarik ikutan postcrossing.

Pertama-tama, apa sih postcrossing?

Postcrossing adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk memungkinkan seseorang untuk menerima kartu pos dari penjuru dunia. Kegiatan intinya: kamu ngirim kartu pos ke salah satu user postcrossing, klo udah nyampe dan teregistrasi, kamu akan dikirimi kartu pos dari orang yang dipilih oleh sistem secara random. Simple~! Klo pingin ikutan tinggal klik aja banner postcrossing di sebelah kanan :))

Namun, susahnya ikut proyek ini adalah nyari kartu pos yang bener-bener bagus itu gak gampang. Apalagi saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Kalo lihat profile orang yang mau kita kirimi kartu pos itu minta yang aneh-aneh kan kita sendiri bingung. Sementara kartu pos yang dijual di Gramedia juga gak bagus-bagus amat (baca: kadang jelek malah). Mau beli setumpuk di Periplus, mahal. Lihat list fav postcards orang-orang kadang minder juga dengan kartu pos yang sudah saya beli.

Susahnya lagi, orang kantor pos cabang kecamatan saya itu agak rese. Seharusnya banyak jenis/harga kartu pos, tapi petugasnya bilang, "semua kartu pos harganya 5 ribu.". Padahal ya, untuk ngirim ke negara di Asia cuman perangko 2.5k aja udah cukup. Jadi saya ngirim kartu pos dengan perangko 5k, KE BENUA MANA SAJA! PLUS ITU PERANGKO GAK KHAS INDONESIA BANGET.



Ya mungkin di kantor cabang sini aja kali ya, berdasarkan permintaan juga mungkin ya. Jaman seperti ini kayaknya butuh perangko cuman untuk ngelamar pekerjaan aja. Tapi aku gak mau juga ke kantor pos Malang, jauh. Maklum orang pinggiran yang gak bisa nyetir kendaraan sendiri, gak punya ojek pribadi lagi :((

Postcrossing ini kegiatan menyenangkan, gak bisa dibilang murah juga tapi gak mahal-mahal banget. Awalnya saya ikutan karena memang lagi gak ada kerjaan saja (NEET). Juga nunggu kartu pos untuk sampe ke alamat yang dituju itu gak sebentar, contoh saja kartu pos "wayang" saya nyampe ke US sebulan setelah dikirim, Belarus ini yang agak nyebelin, bisa butuh 2 bulan! Padahal ke Jerman dan Belanda saja cuman butuh waktu 1-2 minggu. Dan yang paling parah adalah Russia, saya sudah ngirim 3 kartu pos ke Russia, gak ada yang nyampe...



Tapi lama-lama menyenangkan loh klo udah banyak, tiap minggu bisa selalu dapet kartu pos :) Awalnya sih bisa RAGE sama ksntor posnya, kali aja mereka gak becus dan kartu pos saya gak kekirim, tapi namanya juga su'udzon, kartu pos saya nyampe dan akhirnya ada kartu pos yang nyampe di rumah. Maafkan saya kantor pos Indonesia m(_ _)m

Momen fuwa-fuwa dan yang paling menyenangkan dengan hobby ini adalah:

1. Ketika saya harus menulis kartu pos. Namanya juga saya suka nulis, kadang kartu posnya penuh sama tulisan saya x)
2. Ketika pulang kerja ada kartu pos yang menunggu. Lupakan kejadian kartu pos yang dibuang ibu ke tempat sampah karena ibu gak tau apa itu. Saya cari kartu pos dari teman saya itu ke tempah sampah. Ketemu, saya nangis. Lebay memang, tapi saya memang cengeng.

Saat ini saya sudah menerima 8 kartu pos dan entah sudah mengirim berapa banyak. Fav saya itu kartu pos yang ditulis oleh anak kecil (kartu pos dari Finland) dan ketika pengirim mengerti kesukaan saya dari membaca profile saya di situs postcrossing (kartu pos Coyote dari Arizona karena saya bilang saya suka Mercy Thompson Series).

Karena belakangan ini sibuk (serius), ada 4 kartu pos yang ternyata belum saya kirim dan saya gak nyadar! Bulan ini persedian kartu pos dengan tema sejarah habis sementara ada ajakan untuk swap kartu pos. Alamat saya harus ke Malang Kota~ mau ikut? ;)

Thursday, 18 April 2013

Spring Anime Update. Drop! Drop! Drop!

Nah, banyak anime musim semi tahun ini yang saya drop karena masalah external misalnya karena saja  laptop yang ngadat dan bad mood "penantian panjang" dan lain-lain. Padahal awalnya saya punya harapan besar sekali dengan anime-anime musim ini. Jadi apa saja yang akhirnya saya drop, urutannya mulai dari yang saya drop sekali nonton.
Majestic Prince
Well, this anime is a joke. Tokoh utama bodoh yang pingin jadi pahlawan? Oh so juvenile. Meskipun ada iming-iming mecha dan design character yang sama dengan Gundam Seed, saya gak begitu suka pengkarakterisasian bodoh. I am out.

Red Data Girl
Saya mengiyakan Pingkan klo dia bilang tokoh utama cowok di sini, entah namanya siapa


mirip Heero Yui, tsunderenya dapet, rambutnya dapet, tapi Heero Yui setidaknya gak nge-bully Relena. Awalnya mas ini yang membuat saya pingin nonton, namun ternyata sang tokoh utama cewek ternyata damsel in distress. lol, saya gak suka banget karakter cewek macam itu xD

Karneval

Artwork dan animasinya super, penuh cowok-cowok ganteng dan cewek-cewek cantik tapi sayang sejak awal saya gak suka dengan jalan cerita dan pengkarakterannya. Terlalu banyak cowok itu malah bikin enek (kecuali Saiyuki), Nai pun walau imutnya setengah mati masih gak bisa melawan keimutan Son Goku (Saiyuki). 

Selanjutnya adalah anime yang saya setengah-setengah mau drop apa tidak, dengan alasan menghemat bandwidth internet karena ada sesuatu yang bikin saya gak sreg.

Valvrave the Liberator

Karakter designnya sangat bagus, bahkan ada yang saya kira Dio di Last Exile >w<


Plus anak kecil yang pake bandana ini imutnya astaga dragon ;///////;


Tapi apa yang bikin saya gak sreg dari awal adalah high school love-dramanya yang bikin saya mendesah karena lame lame lame banget. Saya juga merasa karakter antagonistnya ini lebay banget jahatnya.

Tapi tiba-tiba endingnya ada adegan gigit-gigitanan yang bikin saya kaget dan "ah, keliatannya menarik." :v 

Devil Survivor 2
Bisa dikatakan karakter design yang paling saya suka di anime musim semi ini adalah Devil Survivor 2, apalagi si Hibiki Kuze ini punya curly hair mirip Sherlock dan seiyuunya favorit saya *flails*


Tapi saya takut kejadian dengan Persona terulang, sampai sekarang saya stuck di episode tujuh atau delapan. Percuma klo saya ambil tapi ditimbun saja. Sampai episode dua pun saya gak begitu tertarik. 

Shingeki no Kyojin

Gak sregnya apa? Bukan karena saya gak suka atau apa tapi kerana saya sudah baca manganya jauh, sayang kalo nanti saya drop juga seperti Magi >_< Tapi yang TOP banget dari anime ini adalah lirik opening song-nya. Keren <3

Aku no Hana
Anime yang banyak dibahas (dan dibenci) musim ini. Lihat saja, dari seperti ini: 

jadi seperti ini:


Ahaha! Saya sendiri kaget waktu lihat pertama kali, tapi karena ceritanya sepertinya bakal menarik saya masih nonton sampe episode terbaru. 

Klo Oyasumi Pun Pun dibikin animasi seperti ini saya juga bakal flipping table kok


It's just so unpleasing to the eyes, wajar klo ada orang yang langsung drop menit kedua nonton anime ini. Belum lagi ending songnya yang bikin mulut menganga karena saya teringat dengan lagu "Hana wa Saku" yang begitu menyentuh jadi lagu yang sangat, sangat disturbing (dan jangan pernah didengerin malem-malem).

Jadi yang tersisa hanya Suisei no Gargantia, pure karena penulis script-nya si Urobotcher. Lalu masih ada anime golongan darah dan Hetalia yang cuman lima menit. Eliminasi besar-besaran ini terjadi karena laptop saya rusaaaaaaaaaaak dan tarif smartfren yang udah berubah. Mana ukuran anime musim ini gak main-main besarnya.



Nampaknya akan tiba lagi masa dimana saya sedikit sekali menonton anime. Saya ingat tahun pertama kuliah, hiburan saya hanya hape SE w660i TT___TT, tanpa tv, tanpa laptop, tanpa buku karena uangnya habis buat mengisi perut. Tapi setidaknya saya harus bersyukur karena di rumah masih ada PC yang akhirnya bisa buat nonton konser Anniversary Laruku dua tahun kemaren yang saking besarnya gak bisa diputer di laptop saya orz.


Sumber gambar: tumblr~

Wednesday, 17 April 2013

Wishful Wednesday [2]


Wishful of wishful, sebenarnya hari ini bisa dikatakan hari dimana balon harapan saya diletuskan dengan mudah oleh suatu pengumuman, ditambah saya lagi depresi karena laptop saya rusak dan yah klo hobby saya diganggu saya sering depresi. Oh well, orang selalu bilang saya harus sabar. Ok. 

Anyway, nah untuk WW II saya masukkan:


Duh siapa lah yang gak tahu buku ini, ya kan? Tapi klo memang gak tahu ini buku karangan J. K. Rowling yang temanya dewasa. Untuk info lebih lanjut, cek ini. Saya sudah cukup banyak baca cerita dewasa *uhuk*  jadi saya gak masalah JKR nulis buku tema dewasa, malah saya jadi penasaran. Saya kan bukan penggemar Harry Potter yah, saya penggemar Draco Malfoy yang JKR sendiri bilang memang "bukan orang baik". Cih, tapi toh hak manusia untuk ber-delusi, diatur di Undang-Undang Dasar Fans. Apakah ini akan seperti series Harry Potter yang selalu membosankan di setengah bagian pertama? Tapi toh saya suka cerita dengan pace yang agak slow (asal saya suka karakternya).

Ratingnya jelek sih di Goodreads, tapi-tapi saya penasaran. Dan untuk buku ini, saya gak mau baca versi Indonesia. Buku dewasa toh? Saya pernah nyoba ikut test nerjemahin novel historical romance, cuman 5 halaman isinya hal-hal kayak gituan *ehem* dan saya butuh seminggu saking malunya :v

Nah, karena harganya yang bikin elus-elus dada, saya masukin ke wishful wednesday. Someday, baby, someday!