Wednesday, 12 February 2014

[Manga Review] Kodomo no Kodomo


Title: Kodomo no Kodomo
Mangaka: Saso Akira
Genre: mature, seinen, slice of life

***
In a small town in Tokyo, the PTA argues about teaching sex ed in elementary school, but what nobody knows is that eleven-year-old Haruna is already pregnant. When she decides not to tell any adults, it's up to her classmates to help her through this ordeal. 
***

"Your baby is in my tummy, what are we gonna do?" asked 11 years old girl to her close friend.

Sunday, 3 November 2013

Have A Good Night 9, Kekkaishi 24


Have A Good Night 9

Have A Good Night mungkin salah satu dari manga josei yang saya nanti dari Level Comic, selain The Bride's Stories tentunya. Dengan tema cerita dan artwork seperti itu wajar sih klo manga ini masuk radar saya. Bishie-nya banyak sekali, dan cewek-ceweknya bukan tipe cewek menyebalkan ala shoujo manga.

Mengingat saya bukan remaja lagi, cerita cinta orang dewasa lebih menarik bagi saya daripada kisah cinta anak-anak SMP-SMA. Saya penasaran saja jalan apa yang akan dipilih Shio: Gai, Ran, atau mantan suaminya. Shio plin-plan agaknya. Lain lagi dengan Linda, dia dapat cewek yang lebih tua dan interaksi mereka itu manis banget. Pada dasarnya saya memang suka sama Linda karena mengingatkan saya pada Chang Wufei di Gundam Wing, Wufei yang suka tersenyum :))

Btw, sejak saya nonton dorama dengan judul Seigi no Mikata, saya menyadari jika hidup dengan mertua wanita itu mengerikan, dan ditegaskan lagi di manga ini jika memang mertua wanita, khususnya jika kamu wanita, memang menakutkan! (`A´)

Kekkaishi 24

Saya diberi Kekkaishi 24 oleh Kak Shinta, yang gak sengaja beli double. Ternyata penyakit "duh beli double" tidak terjadi hanya pada saya saja. Saya terima saja sih, rejeki, plus ada Hiura di covernya. Saya suka Hiura karena dia mengingatkan saya tentang Heero Yui (Gundam Wing lagi, iya maaf, saya gagal move on sejak 12 tahun lalu), Hiura perfect soldier, gak bisa senyum, dan pake spandek ♡´・ᴗ・`♡

Baca ulang sih ini ceritanya, dan yah, pendalaman karakter saja, dan mengingat-ingat endingnya Kekkaishi ini seperti apa. Maklum sudah setahun yang lalu bacanya. Saya ingat saya depresi dan gak bisa baca manga lain setelah namatin Kekkaishi.

Kekkaishi memang bukan manga dengan artwork yah bisa dibilang bagus, tapi karakterisasinya dan jalan ceritanya masuk jajaran "sederhana tapi bagus"

Saturday, 2 November 2013

First Impression: Samurai Flamenco

Hai semua, kerja full time itu capek sekali ya. Tujuh bulan lalu saya juga kerja full time plus ngajar private kok masih sempat nonton anime dan tv series, sekarang buka laptop setelah pulang kerja aja rasanya berat sekali, seharian ngolah data rasanya pingin muntah (`A´)

Kok dulu saya kuat sekali ya (゜▽゜;)

...iya sih kerjaan saya dulu cuman stand-by sih (bisa disambi nonton malah) dan ngajar bocah-bocah smp :v

Anyway, kemaren malam saya di-WA temen:

"ding"
"I think you should watch samurai flamenco if you have time"

Karena saya kecapekan setelah menjelajah bagian gelap dunia maya, saya tidur dan gak nyadar ada WA, teman saya ini GAK PERNAH ngasih rekomendasi anime yang lagi on-going. Serius, 4 tahun kami berteman. Apalagi anime yang dari chart musim gugur 2013 aja sudah kelihatan bling-bling dan berbau bromance *uhuk*, saya trauma Free! saudara-saudara, yang berbau seperti itu saya hindari dululah. Hal itu begitu jarang terjadi sehingga otak saya langsung menetapkan "YOU HAVE TO WATCH SAMURAI FLAMENCO TODAY!"

Saya tanya tumben kok ngasih rekomendasi.

Dia jawab, "hmm? naah, cuma gegara pas nonton jadi ingat kamu :*"

Pardon me while I shout "I MISS YOU TOO". Mide, tolonglah dia gak bilang gitu *tendang*. Teman saya lalu menambahkan, "bukan, pak polisi sama si cewek yang punya fetish seragam"

LAWL *tepat sasaran* 

Not that I like police here, what with their tendency to...well you know. It's just so easy to bribe cops and it seems Indonesian love to bribe them :|

STILL, I like men in uniform *w*

Sedikit yang saya tahu tentang Samurai Flamenco dari blog ini: cowok yang terobsesi dengan tokosatsu. Saat baca itu Samurai Flamenco langsung tercoret dari daftar apa yang akan saya tonton musim gugur ini. Cukuplah Gaim tokosatsu musim ini.

But, let's talk about the police first:

yes, there is this cop:


ternyata tidak se-bling-bling yang saya kira, that guy is plainly simple. I like him enough though. But here is the star, the naive guy who wants to make the world a better place:


Masayama Hasayoshi or something like that, I call him "blondie", dia tipe klise cowok blonde, naive! Tapi dia punya argumen bagus atas apa yang dia lakukan. Dia tidak bisa jadi pahlawan karena dia tidak punya kemampuan bertarung melawan penjahat beneran, tapi dia ingin jadi pahlawan dengan mengingatkan orang-orang bahwa, tindakan tidak baik sekecil apapun sebaiknya ada orang yang mengingatkan. Kemaren saya baca artikel "Japan: no safe country for foreign women", lalu saya baca Densha Otoko. Kelihatan sekali jika orang Jepang tidak mau ambil ribut.

Nah, si blondie ini ingin merubah hal itu:


bicara tentang nila setitik rusak susu sebelanga, ya? dan yah, tidak semua polisi buruk, no?


Blondie dengan berani memperingatkan orang yang mabuk dan ngrokok sembarang dengan topeng pahlawan. Beranikah kita menegur orang seperti itu? Seringnya klo ada orang ngrokok sembarangan, kita diam saja, lalu koar-koar di social media. Beraninya di belakang ya :))

Saya sendiri, mengingat bapak saya adalah perokok berat, hanya menutup hidung dan pura-pura batuk saja jika seangkot dengan perokok gak tahu adat. Klo tetep gak matiin rokok....ya itu derita saya orz. Yang berani saya tegur hanyalah bapak saya sendiri dan orang yang saya kenal baik. 

Seperti kata Gotou (si polisi itu), memarahi orang seperti itu cuman nyari perkara saja. Dan orang-orang lebih suka untuk tidak terlibat masalah.

Tapi Blondie gak mau kayak gitu, selebay dan gobloknya dia ngelawan anak-anak SMP nakal (yang memenuhi jalan dan tidak pulang sampai larut malam), "nasehat" yang dia berikan ke anak-anak itu luar biaaaaasa! Kelian harus nonton. It's painful to see blondie get beaten for his idiocy, tapi...tapi....baru kali ini saya simpati dengan blonde goblok damsel in distress kaya raya. Pribadi blondie sudah terlalu menarik di otak saya. Plus, blondie is freaking cute *w*

First impression 80/100

Thursday, 19 September 2013

30 Day Manga Challenge: Day 9 - Your Favorite Science-Fiction Manga

sucky upside-down pic that makes me dizzy

Talking about sci-fi, my brain will always lead me to Gundam Wing, but then I have never read any good Gundam Wing manga. I have been obsessed with GW since I was 10 and I knew sister Hilde and Father Maxwell from fics I read, crazy yeah? Not much of devoted I am, I don't even have gundam or whatever (but I promise someday I'll own a Deatscythe model kit), I just read a lot of gundam wing fanfictions. Just like the time when I was so obsessed with Draco Malfoy Harry Potter because I read its fanfiction, pffft. Even now I am not interested yet to read prequel manga of Gundam Wing. And so, my choice for day 9 is 7 Seeds by Tamura Yumi. 

It was hard to start reading this, really. I always see the artwork first in reading manga and 7 seed's artwork is unappealling. At first. It's then acceptable as I found the story was quite mindblowing and mesmerizing and heart-wrenching. Story about survival is always sad, most of the time.

Kak Shinta had to convince me, even when she knew I hated this kind of shoujo-ish artwork, that 7 seeds is worth my time. I needed like forever to finally read this, and when I got totally hooked, I needed only few days to finish 19 volumes of 7 seeds, that's when a manga is freaking good you just can't stop :3 

Artwork aside, the plot is amazing, the universe Tamura Yumi created in this manga is scary but mesmerizing, and the dynamic relationship among characters is well written. Too bad it's not completed yet. I have to make my brain think that this manga does not exist. Waiting for the next volume to finally get published here is a pain. 


Wednesday, 18 September 2013

Oleh-Oleh AFAID 2013

Jadi ceritanya saya harus ke Jakarta minggu lalu, yang mana pengumuman harus ke Jakarta baru muncul tanggal 5 September tengah malam, jam 12, lebih 5 menit klo tidak salah.

Saya panik, semingggu sebelumnya saya sudah nekat mau ke AFAID karena saya kangen banget sama-sama teman-teman se-almamater. Saya panik, "berangkat besok? masih bisa ke AFA klo berangkat besok." which was impossible karena saya akhirnya harus ngurus dokumen yang ternyata makan waktu 3 hari.

Tapi selama AFA, teman saya, dian-neko, mengirimi saya gambar-gambar di booth fangirl *ehem* Gak banyak sih yang dia foto, toh saya gak nyangka juga dia mau dititipin. Kasihan kan klo dia mau seneng-seneng di AFA lalu saya titipin barang yang membuat mata pacarnya kesakitan.

Nah, ini beberapa hal yang dibawakan dian-neko untuk saya :3


Dari semua barang yang ditunjukin dian-neko, memang tas kecil ini yang pingin saya beli. Lucu. Suka <3 Saya pamer tas ini waktu balik pulang ke Malang, gak ada yang ngerti apa maksudnya kecuali dian-teman-saya-sejak-SMA.


Ini barang yang pada akhirnya bikin saya ketawa ngakak. Saya memang bilang ke dian-neko, saya suka cowok berseragam. Gak nyangka ada yang bikin art polisi tanah abang dan glodok kota tua :v

Adek saya sebel, karena dia benci polisi, "gak mungkin ada polisi seramping ini. Semua polisi gendut-gendut" (adek saya denial). Yah, masih SMA sih.


penataan memang di sengaja seperti itu *ehem*

Nah, klo ya ini dari hitsu, junior saya yang baik hati :D

Awalnya saya harus memilih "John atau Sherlock?" saya meraung-raung, "jangan membuatku memilih di antara keduanya." (sinetron banget omongan saya waktu itu). Tapi akhirnya saya diberi keduanya. Yay!

Lalu masalahnya....stikernya gak cukup buat hape jadul saya. Yah gimana dong :v

Minggu kemaren itu sudah minggu spesial karena saya akhirnya bisa ketemu teman-teman saya yang udah 11 bulan gak ketemu, lalu diberi ini itu nambah senangnya saja. Gak apa deh gak bisa ke AFA, dengerin cerita dian-neko dan yang lain aja udah cukup :3